Keresahan

Keresahan

Aku adalah seorang laki-laki berumur 16tahun, yang biasanya melihat "mereka". Ya, mereka, atau yang kalian sebut makhluk tak kasat mata. Oh ya, orang-orang biasanya memanggilku Eden.
 Aku heran kenapa orang-orang kagum dengan kemampuanku yang bisa melihat "mereka". Bagiku, itu semua bukanlah kelebihan, melainkan kesengsaraan.

Suatu hari saat hari sudah malam, aku berjalan santai melewati pepohonan. Terdengar seseorang memanggil namaku dengan suara yang lirih. Aku melihat keatas. Kulihat seorang perempuan cantik tanpa mata sedang duduk diatas pohon sambil mengayun-ayunkan kedua kakinya. Ia tersenyum kearahku seolah-olah sedang menyapa diriku.

Tetapi aku langsung pergi tanpa menghiraukan dirinya. Sesampainya aku di rumah, aku menaruh tas dan sepatuku di dalam kamar. Setelah itu, aku bergegas berdoa untuk tidur. Aku tertidur dalam waktu yang singkat. Terbangun dalam keadaan terkejut karena terdengar suara seorang perempuan yang sedang bernyanyi disampingku. 

Tetapi ketika diriku terbangun, aku tidak melihat seorang pun berada di kamarku. Aku mencoba untuk melupakannya dan kembali untuk tidur. Kali ini aku tertidur dengan sangat nyenyak. Rasanya semua keresahanku menghilang begitu saja dari kehidupanku. Didalam mimpiku, aku sedang berada di tengah tengah padang rumput.

Semuanya terasa tenang, aku tidak mengkhawatirkan apapun. Pada saat itu, kulihat seorang perempuan cantik sedang memegang setangkai bunga dandelion. Aku datang untuk menghampiri perempuan tersebut. Ketika aku sedang menghampirinya, dia menatapku sambil tersenyum, lalu dia meniupkan bunga dandelion yang dia genggam.

Seketika semuanya berubah menjadi buruk. Tiba tiba saja datang seorang lelaki berbadan tinggi menghampiri perempuan tersebut, lalu mencungkil mata perempuan itu. Langit yang tadinya berwarna cerah, seketika berubah menjadi langit malam yang penuh dengan bintang. Lelaki tersebut pergi meninggalkan perempuan itu. 

Kini mimpi indahku berubah menjadi keresahanku. Kulihat perempuan itu tergeletak tak berdaya dibawah sinar bulan yang terang. Perlahan, bintang-bintang yang ada di langit mulai menghilang. Rasanya dunia itu menjadi hampa. Tidak ada lagi kehidupan di dalamnya. Sambil tersenyum, perempuan itu mulai bernyanyi.

"Kulihat semua orang mulai meninggalkan diriku." "Tak terasa dunia mulai menjadi gelap." "Kini diriku hanya sendiri dengan semua keresahanku." Setelah dia bernyanyi, ada sebuah badai yang membuatku terpental jauh. Aku terpental melewati lorong yang dipenuhi oleh semua keresahanku.

Semuanya terasa menakutkan. Rasanya diriku hanya ingin mati saja. Aku Seperti orang yang ditinggalkan. Tidak mempunyai siapa siapa selain diriku sendiri, dan semua keresahanku. Hal yang kurasakan itu sama seperti lagu yang dinyanyikan oleh perempuan itu. Aku tidak tahu mengapa itu semua bisa terjadi. Tapi kuyakin semuanya saling terhubung satu sama lain.

Aku terbangun dari mimpiku. Kulihat semuanya berada dalam kondisi rapih. Makanan juga telah tersedia di rumahku. Aku terheran, karena Ayah dan Ibuku telah lama pergi untuk merantau dan bekerja. Aku juga heran. Setelah kejadian aku bertemu dengan hantu perempuan itu, aku tidak lagi melihat makhluk-makhluk aneh yang biasanya menggangguku di rumah. Mereka seperti hilang seketika.

Aku cukup senang karena sudah tidak melihat mereka lagi, tetapi itu membuatku cukup resah. Aku merasa ada hal aneh dalam hidupku. Semuanya berubah. Apa ini ada sangkut pautnya dengan hantu perempuan yang kutemui? Setelah beberapa hari, hantu perempuan itu mulai menampakkan dirinya kepadaku. Wajahnya cantik, dan suaranya pun terdengar lembut, tapi dia selalu mengajakku pergi bersama dengannya. Semakin hari, dia semakin sering mengajakku pergi bersamanya, aku selalu menolak ajakannya itu. 

Tetapi ketika aku menolak ajakannya, semua keresahanku kembali datang dan menghantuiku. Hidupku menjadi sangat tidak tenang. Saat itu langit sudah malam dan kondisinya sedang hujan. Lagi-lagi dia memanggilku. Aku mencoba untuk mengabaikannya, namun semakin lama rasanya tubuhku seperti melayang. Aku yang tidak kuat akhirnya memilih untuk mengikutinya. 

Ya...aku bunuh diri..






Komentar